TechnoUpdate News

eknologi Limbah Jadi Garam: PT Garam Bangun Pabrik Rp 7 Triliun di RDMP Balikpapan

PT Garam akan membangun pabrik berbasis teknologi untuk mengolah air limbah kilang RDMP Pertamina di Balikpapan menjadi garam industri, dengan investasi mencapai Rp 7 triliun.

Transformasi limbah menjadi produk bernilai tinggi kini masuk babak baru. PT Garam berencana membangun fasilitas pengolahan air limbah kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan menjadi garam industri melalui penerapan teknologi pemurnian dan kristalisasi modern.

Proyek bernilai Rp 7 triliun ini akan memanfaatkan air sisa proses kilang yang mengandung kadar garam tertentu untuk diolah kembali menggunakan sistem filtrasi, evaporasi, hingga kristalisasi terkontrol. Dengan pendekatan tersebut, limbah cair tidak hanya dikelola agar aman bagi lingkungan, tetapi juga diubah menjadi bahan baku industri dengan standar kemurnian tinggi.

Secara teknologi, pengolahan ini mengandalkan konsep zero waste dan efisiensi energi. Sistemnya dirancang terintegrasi dengan operasional kilang, sehingga aliran limbah dapat langsung diproses tanpa memerlukan distribusi tambahan. Pendekatan ini dinilai mampu menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Langkah PT Garam ini juga mencerminkan penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam industri energi dan manufaktur. Alih-alih menjadi beban lingkungan, residu kilang justru menjadi sumber bahan baku baru yang memiliki nilai komersial.

Kebutuhan garam industri nasional selama ini masih cukup besar, terutama untuk sektor kimia, petrokimia, hingga pengolahan makanan. Dengan teknologi pengolahan berbasis limbah ini, Indonesia berpeluang memperkuat pasokan domestik sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, pabrik di Balikpapan akan menjadi salah satu fasilitas pengolahan limbah kilang menjadi garam industri terbesar di kawasan, sekaligus memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi dapat menjawab tantangan lingkungan dan ketahanan industri secara bersamaan.

Back to top button